Pekan awal bulan Agustus merupakan minggu prestasi untuk seorang Tantowi Ahmad. Tanggal 1 Agustus 2010, Tantowi ahmad yang berpasangan dengan Lilyana Natsir memenangkan partai final Macau Open Grand Prix Gold atas seniornya Hendra A Gunawan/Vita Marissa dengan 21-14 dan 21-18. Tantowi/Lilyana mempersembahkan gelar juara satu-satunya dari empat nomor final yang diisi tim merah putih.
Hanya berselang tiga hari kemudian pasangan Tantowi/Lilyana kembali diuji ketangguhannya di turnamen Taipei Open Grand Prix Gold yang berlangsung dari tanggal 3-8 Agustus 2010. Mereka melakoni partai perdana dengan mengalahkan pasangan tuan rumah, Chia Pin Lu/Shih Han Hung 21-10, 21-11. Dibabak berikutnya, pasangan yang diunggulkan di tempat kelima ini kembali memakan korban pasangan tuan rumah. Pasangan Kualifikasi Min Hao Tseng/Chia Len Wai ditaklukkan dengan mudah 21-14, 21-14.
Kejutan besar dibuat Tantowi dan Lilyana yang baru diduetkan dalam dua pertandingan ini. Pemegang medali emas Olimpiade sekaligus unggulan kedua Lee Yong Dae/Lee Hyong Jun berhasil mereka taklukkan. Meskipun sempat kecolongan 13-21 di set pertama namun mereka mampu membalikkan keadaan dan menang di dua set berikutnya dengan 21-11 dan 21-10. Kemenangan atas pasangan Korea tersebut mengantarkan mereka ke babak semi final. Tantowi/Lilyana melakoni perebutan tempat ke partai puncak menghadapi andalan tuan rumah, Chen Hong Ling/Cheng Wen Hsing. Pasangan Indonesia ini akhirnya melaju ke partai final setelah menang dengan dua set langsung 21-17, 21-13.
Pertandingan puncak ganda campuran Taipei Open Grand Prix Gold akhirnya mempertemukan kembali Tantowi/Lilyana dengan Hendra A Gunawan/Vita Marissa. Kedua pasangan sempat berbagi set dimana set pertama milik Hendra/Vita 22-20 yang dibalas Tantowi/Lilyana 21-14 di set kedua. Di set penentuan, gelar juara untuk kedua kalinya semakin dekat setelah Tantowi/Lilyana unggul jauh 14-6. Namun sayang akibat ingin terlalu cepat mengakhiri pertandingan malah berbalik kalah 20-22. Hasil satu tahta juara dan satu kali runner-up di dua turnamen awal ini merupakan catatan yang baik bagi masa depan keduanya.
Dengan bermodalkan hasil dua turnamen, kini Tantowi/Lilyana bertengger di peringkat 75 dunia. Disamping itu Tantowi juga memiliki peringkat 82 dunia bersama Greysia Polii dari hasil tiga turnamen yang diikuti sebelumnya. Menarik ditunggu, apakah pasangan Tantowi/Lilyana akan berlanjut dengan prestasinya tersebut karena dalam beberapa turnamen ke depan, Lilyana kembali berduet dengan pasangan lama Nova Widianto. Bila Tantowi/Lilyana dilanjutkan kembali maka harapan besar di pundak mereka untuk menjadi pasangan kuat menuju Olimpiade tahun 2012. (Hendri Kustian)
Sumber : http://www.pbdjarum.com/playermonth/view/11
Wednesday, September 8, 2010
Tantowi Ahmad : Menaklukkan Juara Olimpiade
Sunday, August 22, 2010
Indonesia Turunkan Kekuatan Penuh

Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah turnamen besar bulutangkis, Indonesia Open Grand Prix Gold yang akan berlangsung di Samarinda 12-17 Oktober mendatang. Diharapkan 33 negara akan menjadi tamu turnamen ini berdasarkan undangan yang dikirimkan panitia di turnamen yang berhadiah total 120.000 USD. “Turnamen ini berada di level ketiga dunia. Level pertama Piala Thomas, Uber, Sudirman dan kejuaraan dunia. Level kedua Superseries dan setelah itu Grand Prix Gold,” tutur Mimi Irawan yang juga ketua Pelaksana Pertandingan pada jumpa pers yang berlangsung di kawasan Senayan sabtu (21/8) kemarin.
Indonesia yang sedang berjuang mengembalikan kejayaannya di bidang bulutangkis akan memanfaatkan momentum ini secara maksimal. “PBSI akan menurunkan semua pemain Pelatnas utama dan Pemain Pratama yang peringkatnya mencukupi,” tutur Lius Pongoh yang saat ini menjabat Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBSI. Bagi PBSI, kehadiran turnamen ini akan memberikan manfaat besar dalam usaha menstimulus pembinaan dan meningkatan minat masyarakat.Sementara Provinsi Kalimantan Timur menyambut turnamen ini dengan melakukan persiapan sebaik mungkin. “Kaltim akan bekerja secara maksimal. Kita menggunakan stadion Palaran yang berstandar Internasional yang juga merupakan fasilitas yang digunakan pada PON XVII tahun 2008 lalu,” tutur H. Farid Wadjdy selaku Wakil Gubernur Kalimantan Timur dan ketua umum Panitia Pelaksana. Panitia juga menyiapkan berbagai event menarik dalam rangka turnamen ini antara lain pameran produk khas Kalimantan Timur dan “Badminton Fever” yaitu event fun badminton yang dikemas dalam bentuk game menarik demi menumbuhkan kegairahan masyarakat terhadap olahraga bulutangkis. Even lainnya adalah penampilan berbagai atraksi budaya dalam kerangka Visit Kaltim Year 2010.
Dengan kehadiran turnamen Indonesia Grand Prix Gold ini berarti sepanjang 2010 diselenggarakan tiga event turnamen bulutangkis Internasional. Sebelumnya telah terselenggara Djarum Indonesia Open Super Series dan Indonesia Challenge. Sedangkan dibagian Yunior, Indonesia telah menyelenggarakan satu turnamen Internasional yakni Tangkas Alfamart Open. Dengan banyaknya turnamen Internasional maupun nasional, demam bulutangkis diharapkan benar-benar terjadi di seluruh pelosok Indonesia. (HK)
Sumber : http://www.pbdjarum.com/news/view/767
Saturday, August 14, 2010
Tantowi Ahmad : Kado Manis Selepas Hari Ulang Tahun
Tantowi Ahmad selama ini merupakan pemain pelapis di Pelatnas utama ganda campuran. Beberapa prestasi pernah dicatatnya dengan pasangan berbeda diantaranya juara Vietnam Open Grand Prix 2007 bersama Yulianti yang berlanjut tahun berikutnya berhasil mempertahankan gelarnya berpasangan dengan Shendy Puspa. Tantowi Ahmad kemudian sempat meraih juara Vietnam Challenge 2009 berduet dengan Richi Puspita Dili. Di ajang Kejurnas 2009 yang berlangsung awal tahun 2010, Tantowi kembali menjadi kampiun bersama pemain putri lainnya Greysia Polii. Duetnya bersama Polii berlanjut hingga sampai keikutsertaannya pada Singapore Open Super Series dan Indonesia Open Super Series yang berlangsung bulan Juni lalu.
Seiring dengan keinginan PBSI untuk mencari kombinasi terbaik untuk menjadi pasangan Lilyana Natsir, Tantowi menjadi salah satu pemain yang di uji coba. Lilyana Natsir merupakan juara dunia dan mantan pasangan nomor satu dunia bersama Nova Widianto. Mengingat usia Nova yang semakin menjauhi masa keemasannya menjadi alasan PBSI melakukan uji coba tersebut. Selain Tantowi terdapat beberapa pemain putra yang menghuni pelatnas utama ganda campuran yakni Fran Kurniawan, Muhammad Rizal dan Devin Lahardi.
Pada kesempatan pertama menjadi pasangan Lilyana Natsir, Tantowi langsung meraih gelar juara di turnamen Macau Open Grand Prix Gold yang berlangsung di pekan terakhir bulan Juli ini. Tantowi/Lilyana memulai babak pertama dengan mencukur juara Asia Yunior 2007 asal Malaysia, Tan Wee Kiong/Woon Khe Wei 21-14, 22-20. Berikutnya, mereka berhasil lolos dari hadangan pasangan kuat asal China Taipei, Chen Hung Lin/Chen Wen Hsing dalam pertarungan tiga set 19-21, 21-14 dan 21-12. Pasangan muda Korea, Kwon Yi Goo/Jang Ye Na menjadi korban berikutnya dengan 21-16, 21-16. Kemenangan atas skuat muda negeri Ginseng tersebut mengantarkan mereka bertemu rekan senegaranya Fran Kurniawan/Pia Zebadiah di Semi final. Mereka pun tidak mendapat kesulitan berarti dan menang dengan 21-13 dan 21-11. Tahta juara akhirnya menjadi milik Tantowi/Lilyana setelah menghempaskan unggulan utama Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa dalam partai derby dengan 21-14, 21-18.
Kemenangan pemuda kelahiran Banyumas, 18 Juli 1987 ini sekaligus merupakan kado manis bagi ulang tahunnya. Gelar juara Macau Open yang berkelas Grand Prix Gold atau setingkat dibawah Superseries ini merupakan capaian tertinggi sepanjang karirnya menekuni dunia tepok bulu. Namun keberhasilan ini akan di uji lagi di turnamen berikutnya, Chinese Taipei Grand Prix Gold yang akan berlangsung 3-8 Agustus 2010. Konsistensi prestasi Tantowi Ahmad akan menjadi barometer apakah duetnya dengan Lilyana Natsir yang berusia dua tahun diatasnya tersebut terus berlanjut atau tidak. Namun dengan siapa pun pasangannya, pemain berpengalaman seperti Tantowi sudah selayaknya mengibarkan keunggulan bendera merah-putih dimanapun dia bertanding. Lanjutkan prestasi, Tantowi Ahmad !
(Hendri Kustian)
Sumber : http://www.pbdjarum.com/playermonth/view/10
Saturday, July 31, 2010
Player of The Month (Juni 2010)
Senin (21/6) sore hari terlihat kesibukan disudut-sudut Istora. Hiruk pikuk panitia yang menyiapkan hajatan besar turnamen bulutangkis Djarum Indonesia Open Super Series (DIOSS) menjadi pemandangan sore itu. Meskipun di dalam arena belum rapi dengan perangkat-perangkat pertandingan namun sebagian pemain tamu dari luar negeri sedang mencoba lapangan dan sebagian lagi antri menunggu giliran. Pertandingan esok hari tinggal menunggu hitungan kurang dari 24 jam.
Nun jauh di tempat penggemblengan atlet masa depan Indonesia di GOR Jati Kudus tidak tampak suasana yang berbeda. Para pemain berlatih sesi sore seperti biasa. Demikian pula dengan pemain tunggal putri PB Djarum, Ana Rovita. Memasuki jam 16.00 WIB tiba-tiba Ana dipanggil untuk berangkat ke Jakarta karena ia masuk dalam drawing pertandingan DIOSS karena beberapa pemain mundur diantaranya Pi Hongyang (Perancis) dan Seung Hee Bae (Korea). Nama Ana sebelumnya memang masuk daftar tunggu karena ia berperingkat ke-246 BWF (saat drawing) membuatnya tidak memungkinkan untuk langsung masuk daftar peserta.
Ana Rovita kemudian bergegas menyudahi latihan dan kemudian berkemas secukupnya. Sementara peserta DIOSS lainnya bersiap mengikuti acara Welcome Dinner di Hotel Sultan Jakarta, Ana masih menempuh perjalanan darat menuju semarang untuk kemudian melanjutkan perjalanan udara menuju Jakarta.
Selasa (22/6) jam 11.00, Ana dengan langkah mantap memasuki lapangan. Ia akan memainkan babak pertama Kualifikasi melawan pemain peringkat ke-74, Chen Jiayuan dari Singapura. Inilah untuk pertama kalinya Ana tampil diajang turnamen besar sekelas Super Series. Tanpa diduga, Ana tidak tampil demam panggung, bahkan memenangkan pertandingan dengan pertarungan ketat 21-17, 13-21 dan 21-15. "Game kedua sempat ragu-ragu jadinya tertekan terus," jelas Ana menanggapi kekalahannya di game kedua. Sementara di lapangan lain, pemain Taipei Ya Ching Hsu berhasil mengalahkan pemain Pelatnas, Rizki Amelia Pradipta 14-21, 21-17 dan 21-14. Pemain Taipei berperingkat ke-95 dunia itulah yang menjadi lawan Ana dibabak final kualifikasi. Sekali lagi Ana membalikkan semua perkiraan dan memenangkan pertandingan yang digelar sore harinya dengan dua set langsung 21-15, 21-13.
Dengan penuh kegembiraan, Ana berhasil memasuki babak utama. Pencapaian ini sudah dianggap cukup untuk seorang Ana Rovita. Namun Ana terus berusaha untuk mencoba membuat prestasi yang lebih baik. Giliran pemain Slovakia, Maja Tvrdy (peringkat ke-46) menjadi korban kepiawaian Ana dibabak pertama dengan skor 21-18, 21-17. Bak mesin diesel yang makin lama makin panas, Ana mengalahkan pemain peringkat ke-52 asal Singapura, Fu Mingtian di perdelapan final dengan 17-21, 21-11, 21-15. Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin mengungkapkan bahwa kemenangan Ana ini merupakan buah dan kerja kerasnya berlatih di Kudus. "Ana itu atlet yang cerdik dan petarung sejati," ungkap Yoppy lebih lanjut seusai mengamati pertarungan Ana dengan atlet Singapura tersebut. Namanya makin mencuat setelah dibabak perempat final mengalahkan seniornya dari PB Djarum sekaligus peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008, Maria Krisitin Yulianti. Ana membutuhkan waktu 43 menit untuk mengalahkan Maria dengan 21-19, 21-14. "Pukulan Maria memang tajam, dan saya berusaha untuk terus mengejar bola, dan gak nyangka akhrinya bisa menang dan sampai di babak semifinal," ungkapnya sembari tersenyum lebar.
Ana menjadi satu-satunya pemain tunggal putri Indonesia yang bertahan hingga babak semi final. Langkah luar biasa yang dibuat Ana akhirnya terhenti setelah ia mengalami kekalahan dari pemain peringkat ke-25 BWF, Sato Sayaka (Jepang). Meskipun sempat memimpin di kedua set, Ana akhirnya mengakui keunggulan lawannya dengan 20-22 dan 17-21. "Saat unggul jauh tersebut, saya menjadi terburu-buru untuk mematikan bola, tapi malah jadi lawan yang dapat angka," ungkap Pemain kelahiran 30 Maret 1991 ini. Memasuki babak semi final Super Series merupakan prestasi membanggakan baginya. Pelatihnya menjanjikan agar mengirimkan Ana untuk lebih banyak menimbah pengalaman bertanding di turnamen Internasional. "Bulan depan (juli -red), Ana akan dikirim ke turnamen Internasional Series di Singapura dan International Challenge di Surabaya," tutur Rusmanto sang pelatih Ana. Dengan hasil ini pula, peringkat Ana diperkirakan akan melonjak drastis dari ke-246 menjadi kisaran 150-an dunia.
Prestasi Ana memang merupakan kejutan. Namun ini bukanlah puncak perjuangan melainkan awal menatap cita-cita sebagai pemain kelas dunia. Masyarakat Indonesia akan menunggu kejutan-kejutan selanjutnya. Buktikan Ana! (Hendri Kustian)
Sumber : http://pbdjarum.com/playermonth/view/9
Saturday, June 5, 2010
Player of The Month (Mei 2010)
Pemain Putri Terbaik Sirnas Jawa Barat
Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Barat memberikan nuansa berbeda dari empat Sirnas yang sudah dilaksanakan tahun ini. Panitia Sirnas Jawa Barat memilih satu pemain putra dan satu pemain putri terbaik diantara lebih dari seribu peserta. Gelar pemain terbaik putri jatuh ke tangan atlet bertalenta tinggi, Yeni Asmarini dari PB Djarum. "Saya tidak menyangka akan mendapat penghargaan ini, tentu saja ini membuat saya senang dan bangga, semoga ini bisa jadi pemicu untuk saya agar bisa lebih baik di hari depan," tutur Yeni.
Penghargaan yang didapatkannya setelah melalui perjuangan keras untuk meraih gelar juara tunggal taruna putri. Yeni yang diunggulkan di posisi 3/4 ini memulai babak pertama dengan kemenangan bye. Kemudian berturut-turut mengalahkan Dira (Atlas) 21-8, 21-4 dan Sopi Lismiasih (Pusdiklat Lippo Jabar) 21-12, 21-13. Pertarungan ketat dimulai pada babak perempat final. Yeni harus bermain tiga set untuk menundukkan pemain Jaya Raya, Mega Cahya dengan 21-16, 19-21 dan 21-14. Tantangan berikutnya di semi final datang dari rekan seklubnya Dinar Dyah Ayustine. Yeni kembali menang setelah bermain rubber set dengan 21-11, 9-21 dan 21-17. Puncaknya Yeni berhasil menaklukkan unggulan kedua, Ganis Nur Rahmandani dengan dua set langsung 21-13, 21-18. Kemenangan ini mengantarkannya menjadi juara tunggal taruna putri sekaligus pembalasan atas kekalahan dari Ganis di Sirnas Pekan Baru Maret lalu.
Dua Gelar Berturut-Turut
Kesiapan fisik Yeni juga patut di puji dimana ia mampu menjadi juara Sirnas dalam dua minggu berturut-turut di bulan Mei ini. Pekan sebelumnya Yeni meraih gelar Sirnas pertama-nya di Djarum Sirnas DKI Jakarta. Dua gelar milik gadis kelahiran Bandung, 20 Maret 1992 ini menjadi modal baginya untuk menjadi yang terbaik di kelompok taruna.
Perjalanan menjadi juara di ibukota dimulai mengalahkan Tresia Novelia (Ragunan) 21-14,21-8. Kemudian berturut-turut mengalahkan Ila Alvionitasari (Suryanaga) 21-7, 21-19, kemudian A. Wulandari (Jaya Raya) 21-11, 21-6. Diperempat final, giliran pemain Jaya Raya lainnya, Mega Cahya ditaklukkan dengan 21-13, 21-12. Pemain Tangkas Alfamart, Rusydina Antardayu menjadi korban berikutnya dengan 21-12, 21-11. Akhirnya gelar itu menjadi miliknya setelah mengalahkan unggulan utama, Hanna Ramadhini dengan 17-21, 21-10 dan 14-7. Hanna mengundurkan diri di set ketiga karena cedera pada pertandingan yang disiarkan langsung oleh TVRI Pusat tersebut.
"Meskipun harus menang dengan cederanya Hanna tapi saya senang, ini gelar pertama saya tahun ini," tutur Yeni dengan bangga seusai pertandingan.
Usai kemenangan di Jakarta dan Bandung, Yeni sudah layak untuk meningkatkan prestasinya di ajang internasional. Turnamen yunior Internasional, Tangkas Alfamart Open yang berlangsung bulan Juni ini merupakan ujian baginya menuju pemain kelas dunia. Semoga Yeni terus menggapai prestasi puncak. (Hendri Kustian)
Player of The Month (April 2010)
Praveen Jordan : Cetak Hattrick di Ajang Sirnas
Praveen Jordan menjadi bagian dari keperkasaan klub PB Djarum di nomor ganda Taruna putra di ajang kompetisi tanah air. Praveen Jordan yang berpasangan dengan Rangga Yave Rianto memenangkan dua dari tiga gelar Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) yang sudah dilaksanakan yakni di Pekan Baru dan Manado. Satu gelar Sirnas lagi diraih pasangan Djarum lainnya, Jones Ralfy Jansen/Dandi Prabudita saat pegelaran Sirnas pembuka di Balikpapan Februari lalu.
Sementara bagi Praveen, pada Sirnas Balikpapan ini, sabetan raketnya juga menghasilkan gelar lainnya yakni juara ganda campuran Taruna berpasangan dengan Gloria Imanuella. Saat itu Praveen/Gloria berhasil menaklukkan unggulan utama, M. Andrean Permana/Aan Dwi C (Jaya Raya) dengan 21-7, 21-18. Dengan dua gelar ganda putra dan satu gelar ganda campuran, Praveen Jordan mencetak hattrick menjadi juara di tiga ajang Sirnas berturut-turut tahun ini. "Kunci kemenangan saya saat bertanding adalah berdoa dan terus menjaga komunikasi dengan pasangan di lapangan," tutur Praveen.
Kado Ulang Tahun Dengan Dua Gelar di Bulan AprilSelama bulan April ini, selain menjuarai Sirnas Pekan Baru, Praveen bersama Rangga menjuarai ganda Taruna putra di ajang Candra Wijaya Men's Double Championships. Dua gelar juara tersebut menjadi kado manis bagi Praveen yang merayakan ulang tahun ke-17 pada 26 April lalu atau dua hari setelah kemenangannya di turnamen Candra Wijaya Men's Double Championships. Perjalanan menuju juara dimulai dengan mendapat bye di babak pertama dan mengalahkan Haris Munandar/Yanuar Pratama Putra (Ganesha) dibabak kedua dengan 21-10, 21-6. Pertarungan ketat mulai dirasakan dibabak ketiga ketika menghadapi Ari Jauhari/Gestano Ganendra (Tangkas) dalam pertarungan tiga set 21-17, 18-21 dan 21-11. Di babak perempat final, Praveen/Rangga kembali mendapat perlawan keras dari Ade Yusuf/Risky Hidayat (Hiqua Wima). Mereka menang kembali dengan tiga set 24-26, 21-11 dan 21-17. Di semi final, giliran pasangan Feryco Halim/Samuel Paulus (Tangkas Alfamart) yang mereka taklukkan dengan 21-11 dan 21-15. Gelar juara akhirnya berhasil digengam setelah menaklukkan rekan seklubnya, Edi Subaktiar/Felix Kinalsal di partai puncak dengan 21-17 dan 21-15. "Kepercayaan diri menjadi kunci kemenangan kami hari ini," ungkap Praveen dan Rangga seusai pertandingan final.
Sebelumnya, Praveen bersama Rangga mengukir prestasi di Sirnas Pekan Baru yang berlangsung pada 13-17 April. Di turnamen ini Praveen/Rangga yang diunggulkan di tempat ketiga, berhasil menaklukkan unggulan kedua Hardianto/Ivandi Danang (Mutiara Bandung) di semi final dengan 21-16, 22-20. Kemudian dibabak akhir mereka menjinakkan perlawanan pasangan Mutiara Bandung lainnya, Afid Rosidi/Ali Akbar dalam pertarungan tiga set dengan skor 15-21, 21-16 dan 21-14.
Kiprah Praveen sudah menunjukkan kecemerlangannya. Namun perjalanan menuju cita-citanya masih panjang. Keinginan untuk menjadi pemain nomor satu dunia telah menjadi sumber motivasi baginya dalam berlatih. Dengan semangat dan tekad yang kuat maka cita-cita tersebut bukanlah hal yang mustahil. Seiring perjalanan waktu akan menjadi pembuktian baginya. (Hendri Kustian)
Sumber : http://www.pbdjarum.com/playermonth/view/7
Player of The Month (Maret 2010)
Kevin Sanjaya merupakan pemain yang menarik untuk diulas prestasinya selama bulan Maret ini. Prestasi yang ditorehnya melaju ke final dinomor dua nomor sekaligus yakni ganda remaja putra dan ganda campuran remaja pada sirkuit nasional (Sirnas) yang berlangsung di Manado 2-6 Maret lalu. Dari kedua nomor tersebut, Kevin berhasil meraih gelar juara nomor ganda campuran berpasangan dengan Febriani Endar Kusumawati. Perjalanan menuju juara dimulai dengan mendapatkan bye dibabak pertama yang disusul dengan mengalahkan pasangan Pusdiklat Balik Papan, Aswin/Winda 21-18, 21-7. Berikutnya dibabak perempatfinal Kevin/Febriani menundukkan Reva Kuron/Injilia Rumambi (PB Panter/PB Elang Putih Sulut) 21-6, 21-6. Pertarungan ketat terjadi dibabak semifinal ketika menghadapi pasangan Fajar Kusuma/Meirisa Cindy (JRJ/JRSN) yang dimenangkan Kevin/Febriani dengan 21-19, 14-21 dan 21-14. Puncaknya pasangan PB Djarum ini mengenggam gelar juara setelah menundukkan Abd. Muin/Nadya Aulia (Pusdiklat Balikpapan/Banda Baru Batam) 22-20 dan 21-19.
"Perasaan saya senang dengan gelar juara ganda campuran tapi juga sedikit kecewa karena di ganda putra saya cuma bisa jadi runner-up. Saya gagal mengambil dua gelar sekaligus," tutur Kevin. Ungkapan tersebut mengacu dengan kekalahan Kevin yang berpasangan dengan Arya Maulana dari unggulan utama, Fikri Iksandi/Rico Hamdani (Tangkas Alfamart) dengan skor 22-24 dan 24-26. Namun sebelumnya di semifinal Kevin/Arya yang diunggulkan ditempat ketiga menghempaskan unggulan kedua Fajar Kusuma/Galih Pangestu (JRJ) dengan 21-17, 21-11. Bagi Kevin bermain rangkap tidak membuatnya harus memfokuskan pada salah satu nomor. "Kalau diijinkan pelatih, saya ingin memprioritaskan dua-duanya, ganda putra dan ganda campuran." Sedangkan untuk nomor tunggal sudah tidak menjadi harapannya. "Terlalu capek kalau saya harus main merangkap di tiga nomor sekaligus," tutur Kevin. Apalagi mengacu pada Sirnas Balikpapan bulan Februari lalu dimana ia diterjunkan dinomor tunggal putra dan ganda putra. Walaupun hasil dinomor tunggal, ia berhasil menembus delapan besar sebelum kalah dari unggulan ke-3 Fajar Kusuma (JRJ) dengan 21-15, 19-21 dan 14-21 tetapi masih kalah mengkilap dengan capaian dinomor ganda putra dimana ia meraih gelar juara. Kevin yang saat itu berpasangan dengan Kenny Putra menumbang pasangan klub Aufa, M. Alvian/Tegar di final dengan 21-16, 19-21 dan 25-23. Prestasi mengkilap dengan pasangan yang berbeda telah menunjukkan kualitasnya dalam beradaptasi dengan siapapun pasangannya. "Mengenai pasangan tetap, saya belum tahu. Masih ada kemungkinan diganti-ganti lagi. Itu yang menentukkan pelatih."
Berawal dari Hobby
Kevin memulai karirnya sebagai pebulutangkis berawal dari kesukaannya main bulutangkis sejak kecil. "Dari hobby lama-lama memutuskan benar-benar serius dengan dukungan orang tua", cerita pemain kelahiran Banyuwangi, 2 Agustus 1995 tersebut. Kemudian Kevin mencoba untuk masuk ke klub Djarum dengan perjuangan yang tidak mudah. "Saya masuk klub Djarum sangat susah. Seleksi satu kali tidak diterima. Setahun kemudian ikut lagi baru diterima di Djarum Kudus untuk nomor tunggal. Setelah dua tahun akhirnya saya berpindah ke nomor ganda dan berlatih di Jakarta sampai sekarang", kenang Kevin.
Selanjutnya Kevin akan kembali turun gelanggang pada Sirnas Pekan Baru yang berlangsung tanggal 13-17 April. "Target saya di Pekan Baru adalah menjuarai dua nomor sekaligus ganda putra dan ganda campuran," tutur Kevin dengan optimis. Usaha keras dan tekad yang dimiliki Kevin bukan tidak mungkin dia merupakan andalan bulutangkis Indonesia di masa depan. (Hendri Kustian)
Sumber : http://www.pbdjarum.com/playermonth/view/6
