Saturday, July 31, 2010

Player of The Month (Juni 2010)

Ana Rovita : Awal Menuju Pemain Kelas Dunia

Senin (21/6) sore hari terlihat kesibukan disudut-sudut Istora. Hiruk pikuk panitia yang menyiapkan hajatan besar turnamen bulutangkis Djarum Indonesia Open Super Series (DIOSS) menjadi pemandangan sore itu. Meskipun di dalam arena belum rapi dengan perangkat-perangkat pertandingan namun sebagian pemain tamu dari luar negeri sedang mencoba lapangan dan sebagian lagi antri menunggu giliran. Pertandingan esok hari tinggal menunggu hitungan kurang dari 24 jam.


Nun jauh di tempat penggemblengan atlet masa depan Indonesia di GOR Jati Kudus tidak tampak suasana yang berbeda. Para pemain berlatih sesi sore seperti biasa. Demikian pula dengan pemain tunggal putri PB Djarum, Ana Rovita. Memasuki jam 16.00 WIB tiba-tiba Ana dipanggil untuk berangkat ke Jakarta karena ia masuk dalam drawing pertandingan DIOSS karena beberapa pemain mundur diantaranya Pi Hongyang (Perancis) dan Seung Hee Bae (Korea). Nama Ana sebelumnya memang masuk daftar tunggu karena ia berperingkat ke-246 BWF (saat drawing) membuatnya tidak memungkinkan untuk langsung masuk daftar peserta.


Ana Rovita kemudian bergegas menyudahi latihan dan kemudian berkemas secukupnya. Sementara peserta DIOSS lainnya bersiap mengikuti acara Welcome Dinner di Hotel Sultan Jakarta, Ana masih menempuh perjalanan darat menuju semarang untuk kemudian melanjutkan perjalanan udara menuju Jakarta.
Ana Rovita  di Djarum Indonesia Open 2010


Selasa (22/6) jam 11.00, Ana dengan langkah mantap memasuki lapangan. Ia akan memainkan babak pertama Kualifikasi melawan pemain peringkat ke-74, Chen Jiayuan dari Singapura. Inilah untuk pertama kalinya Ana tampil diajang turnamen besar sekelas Super Series. Tanpa diduga, Ana tidak tampil demam panggung, bahkan memenangkan pertandingan dengan pertarungan ketat 21-17, 13-21 dan 21-15. "Game kedua sempat ragu-ragu jadinya tertekan terus," jelas Ana menanggapi kekalahannya di game kedua. Sementara di lapangan lain, pemain Taipei Ya Ching Hsu berhasil mengalahkan pemain Pelatnas, Rizki Amelia Pradipta 14-21, 21-17 dan 21-14. Pemain Taipei berperingkat ke-95 dunia itulah yang menjadi lawan Ana dibabak final kualifikasi. Sekali lagi Ana membalikkan semua perkiraan dan memenangkan pertandingan yang digelar sore harinya dengan dua set langsung 21-15, 21-13.


Dengan penuh kegembiraan, Ana berhasil memasuki babak utama. Pencapaian ini sudah dianggap cukup untuk seorang Ana Rovita. Namun Ana terus berusaha untuk mencoba membuat prestasi yang lebih baik. Giliran pemain Slovakia, Maja Tvrdy (peringkat ke-46) menjadi korban kepiawaian Ana dibabak pertama dengan skor 21-18, 21-17. Bak mesin diesel yang makin lama makin panas, Ana mengalahkan pemain peringkat ke-52 asal Singapura, Fu Mingtian di perdelapan final dengan 17-21, 21-11, 21-15. Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin mengungkapkan bahwa kemenangan Ana ini merupakan buah dan kerja kerasnya berlatih di Kudus. "Ana itu atlet yang cerdik dan petarung sejati," ungkap Yoppy lebih lanjut seusai mengamati pertarungan Ana dengan atlet Singapura tersebut. Namanya makin mencuat setelah dibabak perempat final mengalahkan seniornya dari PB Djarum sekaligus peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008, Maria Krisitin Yulianti. Ana membutuhkan waktu 43 menit untuk mengalahkan Maria dengan 21-19, 21-14. "Pukulan Maria memang tajam, dan saya berusaha untuk terus mengejar bola, dan gak nyangka akhrinya bisa menang dan sampai di babak semifinal," ungkapnya sembari tersenyum lebar.



Ana menjadi satu-satunya pemain tunggal putri Indonesia yang bertahan hingga babak semi final. Langkah luar biasa yang dibuat Ana akhirnya terhenti setelah ia mengalami kekalahan dari pemain peringkat ke-25 BWF, Sato Sayaka (Jepang). Meskipun sempat memimpin di kedua set, Ana akhirnya mengakui keunggulan lawannya dengan 20-22 dan 17-21. "Saat unggul jauh tersebut, saya menjadi terburu-buru untuk mematikan bola, tapi malah jadi lawan yang dapat angka," ungkap Pemain kelahiran 30 Maret 1991 ini. Memasuki babak semi final Super Series merupakan prestasi membanggakan baginya. Pelatihnya menjanjikan agar mengirimkan Ana untuk lebih banyak menimbah pengalaman bertanding di turnamen Internasional. "Bulan depan (juli -red), Ana akan dikirim ke turnamen Internasional Series di Singapura dan International Challenge di Surabaya," tutur Rusmanto sang pelatih Ana. Dengan hasil ini pula, peringkat Ana diperkirakan akan melonjak drastis dari ke-246 menjadi kisaran 150-an dunia.



Prestasi Ana memang merupakan kejutan. Namun ini bukanlah puncak perjuangan melainkan awal menatap cita-cita sebagai pemain kelas dunia. Masyarakat Indonesia akan menunggu kejutan-kejutan selanjutnya. Buktikan Ana! (Hendri Kustian)


Sumber : http://pbdjarum.com/playermonth/view/9


Saturday, June 5, 2010

Player of The Month (Mei 2010)

Yeni Asmarini

Pemain Putri Terbaik Sirnas Jawa Barat

Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Barat memberikan nuansa berbeda dari empat Sirnas yang sudah dilaksanakan tahun ini. Panitia Sirnas Jawa Barat memilih satu pemain putra dan satu pemain putri terbaik diantara lebih dari seribu peserta. Gelar pemain terbaik putri jatuh ke tangan atlet bertalenta tinggi, Yeni Asmarini dari PB Djarum. "Saya tidak menyangka akan mendapat penghargaan ini, tentu saja ini membuat saya senang dan bangga, semoga ini bisa jadi pemicu untuk saya agar bisa lebih baik di hari depan," tutur Yeni.


Penghargaan yang didapatkannya setelah melalui perjuangan keras untuk meraih gelar juara tunggal taruna putri. Yeni yang diunggulkan di posisi 3/4 ini memulai babak pertama dengan kemenangan bye. Kemudian berturut-turut mengalahkan Dira (Atlas) 21-8, 21-4 dan Sopi Lismiasih (Pusdiklat Lippo Jabar) 21-12, 21-13. Pertarungan ketat dimulai pada babak perempat final. Yeni harus bermain tiga set untuk menundukkan pemain Jaya Raya, Mega Cahya dengan 21-16, 19-21 dan 21-14. Tantangan berikutnya di semi final datang dari rekan seklubnya Dinar Dyah Ayustine. Yeni kembali menang setelah bermain rubber set dengan 21-11, 9-21 dan 21-17. Puncaknya Yeni berhasil menaklukkan unggulan kedua, Ganis Nur Rahmandani dengan dua set langsung 21-13, 21-18. Kemenangan ini mengantarkannya menjadi juara tunggal taruna putri sekaligus pembalasan atas kekalahan dari Ganis di Sirnas Pekan Baru Maret lalu.


Dua Gelar Berturut-Turut

Kesiapan fisik Yeni juga patut di puji dimana ia mampu menjadi juara Sirnas dalam dua minggu berturut-turut di bulan Mei ini. Pekan sebelumnya Yeni meraih gelar Sirnas pertama-nya di Djarum Sirnas DKI Jakarta. Dua gelar milik gadis kelahiran Bandung, 20 Maret 1992 ini menjadi modal baginya untuk menjadi yang terbaik di kelompok taruna.


Perjalanan menjadi juara di ibukota dimulai mengalahkan Tresia Novelia (Ragunan) 21-14,21-8. Kemudian berturut-turut mengalahkan Ila Alvionitasari (Suryanaga) 21-7, 21-19, kemudian A. Wulandari (Jaya Raya) 21-11, 21-6. Diperempat final, giliran pemain Jaya Raya lainnya, Mega Cahya ditaklukkan dengan 21-13, 21-12. Pemain Tangkas Alfamart, Rusydina Antardayu menjadi korban berikutnya dengan 21-12, 21-11. Akhirnya gelar itu menjadi miliknya setelah mengalahkan unggulan utama, Hanna Ramadhini dengan 17-21, 21-10 dan 14-7. Hanna mengundurkan diri di set ketiga karena cedera pada pertandingan yang disiarkan langsung oleh TVRI Pusat tersebut.

"Meskipun harus menang dengan cederanya Hanna tapi saya senang, ini gelar pertama saya tahun ini," tutur Yeni dengan bangga seusai pertandingan.


Usai kemenangan di Jakarta dan Bandung, Yeni sudah layak untuk meningkatkan prestasinya di ajang internasional. Turnamen yunior Internasional, Tangkas Alfamart Open yang berlangsung bulan Juni ini merupakan ujian baginya menuju pemain kelas dunia. Semoga Yeni terus menggapai prestasi puncak. (Hendri Kustian)


Sumber : http://www.pbdjarum.com/playermonth/view/8

Player of The Month (April 2010)

Praveen Jordan

Praveen Jordan : Cetak Hattrick di Ajang Sirnas

Praveen Jordan menjadi bagian dari keperkasaan klub PB Djarum di nomor ganda Taruna putra di ajang kompetisi tanah air. Praveen Jordan yang berpasangan dengan Rangga Yave Rianto memenangkan dua dari tiga gelar Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) yang sudah dilaksanakan yakni di Pekan Baru dan Manado. Satu gelar Sirnas lagi diraih pasangan Djarum lainnya, Jones Ralfy Jansen/Dandi Prabudita saat pegelaran Sirnas pembuka di Balikpapan Februari lalu.

Sementara bagi Praveen, pada Sirnas Balikpapan ini, sabetan raketnya juga menghasilkan gelar lainnya yakni juara ganda campuran Taruna berpasangan dengan Gloria Imanuella. Saat itu Praveen/Gloria berhasil menaklukkan unggulan utama, M. Andrean Permana/Aan Dwi C (Jaya Raya) dengan 21-7, 21-18. Dengan dua gelar ganda putra dan satu gelar ganda campuran, Praveen Jordan mencetak hattrick menjadi juara di tiga ajang Sirnas berturut-turut tahun ini. "Kunci kemenangan saya saat bertanding adalah berdoa dan terus menjaga komunikasi dengan pasangan di lapangan," tutur Praveen.

Kado Ulang Tahun Dengan Dua Gelar di Bulan April

Selama bulan April ini, selain menjuarai Sirnas Pekan Baru, Praveen bersama Rangga menjuarai ganda Taruna putra di ajang Candra Wijaya Men's Double Championships. Dua gelar juara tersebut menjadi kado manis bagi Praveen yang merayakan ulang tahun ke-17 pada 26 April lalu atau dua hari setelah kemenangannya di turnamen Candra Wijaya Men's Double Championships. Perjalanan menuju juara dimulai dengan mendapat bye di babak pertama dan mengalahkan Haris Munandar/Yanuar Pratama Putra (Ganesha) dibabak kedua dengan 21-10, 21-6. Pertarungan ketat mulai dirasakan dibabak ketiga ketika menghadapi Ari Jauhari/Gestano Ganendra (Tangkas) dalam pertarungan tiga set 21-17, 18-21 dan 21-11. Di babak perempat final, Praveen/Rangga kembali mendapat perlawan keras dari Ade Yusuf/Risky Hidayat (Hiqua Wima). Mereka menang kembali dengan tiga set 24-26, 21-11 dan 21-17. Di semi final, giliran pasangan Feryco Halim/Samuel Paulus (Tangkas Alfamart) yang mereka taklukkan dengan 21-11 dan 21-15. Gelar juara akhirnya berhasil digengam setelah menaklukkan rekan seklubnya, Edi Subaktiar/Felix Kinalsal di partai puncak dengan 21-17 dan 21-15. "Kepercayaan diri menjadi kunci kemenangan kami hari ini," ungkap Praveen dan Rangga seusai pertandingan final.

Sebelumnya, Praveen bersama Rangga mengukir prestasi di Sirnas Pekan Baru yang berlangsung pada 13-17 April. Di turnamen ini Praveen/Rangga yang diunggulkan di tempat ketiga, berhasil menaklukkan unggulan kedua Hardianto/Ivandi Danang (Mutiara Bandung) di semi final dengan 21-16, 22-20. Kemudian dibabak akhir mereka menjinakkan perlawanan pasangan Mutiara Bandung lainnya, Afid Rosidi/Ali Akbar dalam pertarungan tiga set dengan skor 15-21, 21-16 dan 21-14.

Kiprah Praveen sudah menunjukkan kecemerlangannya. Namun perjalanan menuju cita-citanya masih panjang. Keinginan untuk menjadi pemain nomor satu dunia telah menjadi sumber motivasi baginya dalam berlatih. Dengan semangat dan tekad yang kuat maka cita-cita tersebut bukanlah hal yang mustahil. Seiring perjalanan waktu akan menjadi pembuktian baginya. (Hendri Kustian)


Sumber : http://www.pbdjarum.com/playermonth/view/7


Player of The Month (Maret 2010)

Kevin Sanjaya : Mencatat Prestasi di Dua Nomor


Kevin Sanjaya merupakan pemain yang menarik untuk diulas prestasinya selama bulan Maret ini. Prestasi yang ditorehnya melaju ke final dinomor dua nomor sekaligus yakni ganda remaja putra dan ganda campuran remaja pada sirkuit nasional (Sirnas) yang berlangsung di Manado 2-6 Maret lalu. Dari kedua nomor tersebut, Kevin berhasil meraih gelar juara nomor ganda campuran berpasangan dengan Febriani Endar Kusumawati. Perjalanan menuju juara dimulai dengan mendapatkan bye dibabak pertama yang disusul dengan mengalahkan pasangan Pusdiklat Balik Papan, Aswin/Winda 21-18, 21-7. Berikutnya dibabak perempatfinal Kevin/Febriani menundukkan Reva Kuron/Injilia Rumambi (PB Panter/PB Elang Putih Sulut) 21-6, 21-6. Pertarungan ketat terjadi dibabak semifinal ketika menghadapi pasangan Fajar Kusuma/Meirisa Cindy (JRJ/JRSN) yang dimenangkan Kevin/Febriani dengan 21-19, 14-21 dan 21-14. Puncaknya pasangan PB Djarum ini mengenggam gelar juara setelah menundukkan Abd. Muin/Nadya Aulia (Pusdiklat Balikpapan/Banda Baru Batam) 22-20 dan 21-19.



"Perasaan saya senang dengan gelar juara ganda campuran tapi juga sedikit kecewa karena di ganda putra saya cuma bisa jadi runner-up. Saya gagal mengambil dua gelar sekaligus," tutur Kevin. Ungkapan tersebut mengacu dengan kekalahan Kevin yang berpasangan dengan Arya Maulana dari unggulan utama, Fikri Iksandi/Rico Hamdani (Tangkas Alfamart) dengan skor 22-24 dan 24-26. Namun sebelumnya di semifinal Kevin/Arya yang diunggulkan ditempat ketiga menghempaskan unggulan kedua Fajar Kusuma/Galih Pangestu (JRJ) dengan 21-17, 21-11. Bagi Kevin bermain rangkap tidak membuatnya harus memfokuskan pada salah satu nomor. "Kalau diijinkan pelatih, saya ingin memprioritaskan dua-duanya, ganda putra dan ganda campuran." Sedangkan untuk nomor tunggal sudah tidak menjadi harapannya. "Terlalu capek kalau saya harus main merangkap di tiga nomor sekaligus," tutur Kevin. Apalagi mengacu pada Sirnas Balikpapan bulan Februari lalu dimana ia diterjunkan dinomor tunggal putra dan ganda putra. Walaupun hasil dinomor tunggal, ia berhasil menembus delapan besar sebelum kalah dari unggulan ke-3 Fajar Kusuma (JRJ) dengan 21-15, 19-21 dan 14-21 tetapi masih kalah mengkilap dengan capaian dinomor ganda putra dimana ia meraih gelar juara. Kevin yang saat itu berpasangan dengan Kenny Putra menumbang pasangan klub Aufa, M. Alvian/Tegar di final dengan 21-16, 19-21 dan 25-23. Prestasi mengkilap dengan pasangan yang berbeda telah menunjukkan kualitasnya dalam beradaptasi dengan siapapun pasangannya. "Mengenai pasangan tetap, saya belum tahu. Masih ada kemungkinan diganti-ganti lagi. Itu yang menentukkan pelatih."

Kevin  (berdiri) berpasangan dengan Kenny

Berawal dari Hobby

Kevin memulai karirnya sebagai pebulutangkis berawal dari kesukaannya main bulutangkis sejak kecil. "Dari hobby lama-lama memutuskan benar-benar serius dengan dukungan orang tua", cerita pemain kelahiran Banyuwangi, 2 Agustus 1995 tersebut. Kemudian Kevin mencoba untuk masuk ke klub Djarum dengan perjuangan yang tidak mudah. "Saya masuk klub Djarum sangat susah. Seleksi satu kali tidak diterima. Setahun kemudian ikut lagi baru diterima di Djarum Kudus untuk nomor tunggal. Setelah dua tahun akhirnya saya berpindah ke nomor ganda dan berlatih di Jakarta sampai sekarang", kenang Kevin.



Selanjutnya Kevin akan kembali turun gelanggang pada Sirnas Pekan Baru yang berlangsung tanggal 13-17 April. "Target saya di Pekan Baru adalah menjuarai dua nomor sekaligus ganda putra dan ganda campuran," tutur Kevin dengan optimis. Usaha keras dan tekad yang dimiliki Kevin bukan tidak mungkin dia merupakan andalan bulutangkis Indonesia di masa depan. (Hendri Kustian)


Sumber : http://www.pbdjarum.com/playermonth/view/6


Tuesday, April 20, 2010

Candra Wijaya Men's Doubles Championships II/2010


Selasa, 20/04/2010 | 10:11 WIB

Candra : "Berharap Bulutangkis Menjadi Favorit Keluarga Indonesia"


PB Djarum kembali mengirimkan pemain-pemainnya ke turnamen Candra Wijaya Men's Doubles Championships II yang akan berlangsung di GOR Asia Afrika, Jakarta 21-24 April. Di turnamen yang khusus mempertandingkan nomor ganda putra tersebut, PB Djarum akan mengirimkan pemain di tiga kategori yakni ganda Remaja putra, ganda Taruna putra dan ganda Dewasa putra. Juara sirkuit nasional (Sirnas) Pekan Baru, Arya Maulana/Kevin Sanjaya akan menjadi andalan PB Djarum di ganda Remaja bersama dua pasangan lainnya Kenny Aviancy/Rafidias Nugroho dan Ivan Gunardi/Yohanes Angga Widiasto. Pasangan juara dua kali berturut-turut Sirnas 2010, Praveen Jordan/Rangga Yave Rianto akan berjibaku bersama rekan-rekannya membawa nama klub di kelompok Taruna. Sedangkan dikelompok Dewasa, PB Djarum bakal menampilkan pemain-pemain yunior terbaik seperti Didit Juang Indrianto/Seiko Wahyu, Darmiko/Ferdian Fascal dan Alvin Iqshandy/Yudha Pratama. Bakal turun pula pemain-pemain PB Djarum yang baru saja menghuni Pelatnas seperti Muhammad Ulinnuha, Berry Angriawan, Rachmat Ardianto dan Andrei Adistia.



Tahun lalu, PB Djarum meraih satu gelar juara di turnamen ini melalui pasangan Didit Juang Indrianto/Seiko Wahyu yang saat itu bertanding di kelompok Taruna. Sedangkan dikelompok lainnya, PB Djarum berhasil mengantarkan wakilnya sebagai finalis melalui pasangan Rendra Wijaya/Luluk Hadiyanto (ganda Dewasa) dan Felix Kinalsal/Bagus Hariyanto (ganda Remaja). Kali ini pasangan Felix/Bagus naik kelas ke Taruna dengan pasangan yang berbeda. Felix bakal berpasangan dengan Edi Subaktiar sedangkan Bagus Hariyanto berduet dengan Firman Ramadhan.



Turnamen Candra Wijaya Men's Doubles Championships merupakan dedikasi peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000, Candra Wijaya untuk perbulutangkisan Indonesia. Pada penyelenggaraan yang kedua ini, total hadiah yang yang diperebutkan naik menjadi 250 juta dari tahun lalu 200 juta. Pertandingan semakin melebar dengan penambahan dua kategori yakni Pemula dan Master/Veteran disamping kelompok Remaja, Taruna dan Dewasa. "Ini sebagai bentuk kaderisasi agar pembinaan tidak terputus. Anak-anak juga makin terpacu bermain buluytangkis. Hadirnya pemain senior dan veteran yang dulu kerap mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia diberbagai forum Internasional paling tidak memotivasi para pemain yunior," ungkap Candra, dalam jumpa pers dengan rekan-rekan media di kafe Putt-Putt Golf, Senayan, Jakarta, Rabu (17/3) lalu. "Kita berharap bulutangkis bisa kembali menjadi olahraga favorit keluarga", lanjut Candra. Mudah-mudahan terobosan-terobosan yang dilakukan Candra Wijaya dapat mengangkat kembali kejayaan bulutangkis Indonesia.


Sumber : http://www.pbdjarum.com/news/view/524

Simulasi Piala Thomas dan Uber


Selasa, 20/04/2010 | 09:11 WIB

Pagelaran akbar bulutangkis, Piala Thomas dan Uber akan digelar kurang dari satu bulan lagi. Indonesia terus memantapkan persiapan menuju hajatan yang berlangsung di Kuala Lumpur, 9-16 Mei tersebut. Salah satu ajang yang menarik untuk ditunggu adalah simulasi pertandingan Piala Thomas dan Uber yang akan berlangsung di Solo hari minggu (25/4) mendatang di Sritex Arena, Solo. Diantara pemain yang akan tampil terdapat pemain PB Djarum, Andre Kurniawan dan delapan pemain pelatnas asal PB Djarum yakni Dionysius Hayom Rumbaka, Muhammad Ahsan, Rian Sukmawan, Annisa Wahyuni, Maria Kristin, Maria Febe, Meliana Jauhari dan Shendy Puspa.



Simulasi untuk Piala Thomas akan dilangsungkan dengan mempertemukan pemain Pelatnas melawan pemain Non-Pelatnas. Kekuatan tim Pelatnas dan Non-Pelatnas terlihat berimbang. Dua pemain peringkat teratas Indonesia, Taufik Hidayat (peringkat ke-5 dunia) dari Non-Pelatnas akan bertarung dengan Sonny Dwi Kuncoro (10). Demikian pula pertemuan dua pemain yang sering saling mengalahkan antara Andre Kurniawan (40) dan Simon Santoso (11). Meskipun peringkat Simon lebih baik tetapi pada pertemuan terakhir di semi final Kejuaraan Nasional januari lalu, Andre memenangkan pertandingan yang sengit dengan skor 8-21, 21-15 dan 21-15. Partai tunggal lainnya tidak kalah seru dimana Dionysius Hayom Rumbaka yang baru bergabung di Pelatnas awal tahun ini akan ditantang juara Sirnas Manado, Fauzi Adnan. Pertarungan antar saudara kandung terjadi di nomor ganda. Sang adik yang menghuni Pelatnas, Bona Septano yang berpasangan dengan Rian Sukmawan akan menghadapi Markis Kido dengan pasangannya Hendra Setiawan. Partai ganda lainnya akan bertanding pasangan peringkat ke-6 dunia, Alvent Yulianto/Hendra Gunawan dengan pasangan pelatnas, Muhammad Ahsan/Nova Widianto.



Sementara dalam simulasi Piala Uber akan mempertemukan sesama anggota Pelatnas yang terbagi dalam tim Garuda dan Tim Rajawali. Diantara partai yang paling menarik untuk ditunggu adalah pertemuan dua pemain peringkat teratas, Maria Febe Kusumastuti (peringkat ke-20 dunia) melawan Firdasari Adrianti (25). Sedangkan dinomor ganda akan terjadi partai ulang final Kejurnas lalu antara Greysia Polii/Meliana Jauhari dan Lilyana Natsir/Shendy Puspa. Kala itu Greysia/Meliana mengungguli rekannya dengan 21-19, 18-21 dan 21-17. Dari simulasi ini akan tergambar peta kekuatan pemain yang layak menjadi wakil Indoesia dalam perebutan Piala Thomas dan Uber bulan depan.


Simulasi Piala Thomas:
PELATNAS vs NON-PELATNAS
Partai 1 Dionysius Hayom Rumbaka vs Fauzi Adnan (tunggal)
Partai 2 Mohammad Ahsan/Nova Widianto vs Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan (ganda)
Partai 3 Simon Santoso vs Andre Kurniawan (tunggal)
Partai 4 Bona Septano/Rian Sukmawan vs Markis Kido/Hendra Setiawan (ganda)
Partai 5 Sony Dwi Kuncoro vs Taufik Hidayat (tunggal)

Simulasi Piala Uber:
GARUDA vs RAJAWALI
Partai 1 Aprilia Yuswandari vs Renna Soewarno (tunggal)
Partai 2 Anneke Feinya/Annisa Wahyuni vs Nitya Krishinda/Suci Rizky Andini (ganda)
Partai 3 Linda Wenny Fanetri vs Maria Kristin (tunggal)
Partai 4 Adriyanti Firdasari vs Maria Febe Kusumastuti (tunggal)
Partai 5 Greycia Polii/Meiliana Jauhari vs Lilyana Natsir/Sendy Puspa Irawati (ganda)


Sumber : http://www.pbdjarum.com/news/view/523


Wednesday, March 31, 2010

Djarum Online Score, Sebuah Inovasi Bagi Bangsa

Rabu, 31/03/2010 | 10:05 WIB

Perbulutangkisan Indonesia akan segera memasuki babak baru dengan peluncuran Djarum Online Score. Sebuah inovasi teknologi yang diharapkan mendukung peningkatan kualitas Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis. Djarum Online Score akan memanjakan penikmat bulutangkis dengan tampilan poin-poin pertandingan secara real time. Djarum Online Score yang diakses melalui situs www.djarumsuper.com dilengkapi dengan pilihan pertandingan dari beberapa lapangan yang sedang bertanding. Pengakses juga dapat melihat posisi pemain yang sedang bertanding dan durasi setiap pertandingan. "Inovasi ini memudahkan orang menikmati pertandingan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mempunyai kompetisi yang baik dengan dilengkapi fasilitas pendukung seperti turnamen super series," ungkap Roland Halim dari PT. Djarum dalam jumpa pers yang berlangsung kemarin (30/3). Sambutan positif juga datang dari kalangan atlet bulutangkis seperti Rendra Wijaya. "Keluarga atlet bisa cepat lebih tahu hasil pertandingan," tutur adik kandung pemegang emas Olimpiade, Chandra Wijaya ini.



Djarum Sirkuit Nasional

Djarum sirkuit nasional melakukan peningkatan lainnya dengan menaikkan hadiah dengan nilai total minimal Rp. 165 juta dibandingkan tahun lalu Rp. 150 juta. "Dengan hadiah besar terutama di kelompok dewasa diharapkan para pemain yunior terpacu naik ke kelas Dewasa. Ini juga sebagai upaya minimalisasi pencurian umur," ulas mantan pebulutangkis nasional, Fung Permadi. Perubahan lainnya berupa peningkatan poin untuk kategori dewasa dari 1.700 poin menjadi 2.500 poin, kategori taruna dari 900 poin menjadi 1.200 poin dan kategori remaja dari 400 poin menjadi 600 poin. Djarum dan PBSI juga menambah frekuensi pertandingan dari delapan seri tahun lalu menjadi sembilan seri. Kota-kota yang disinggahi Djarum Sirkuit Nasional 2010 adalah Balikpapan, Manado, Pekan Baru, Jakarta, Bandung, Tegal, Bali, Surabaya dan Batam. "Sirnas menjangkau daerah-daerah luar Jawa dengan harapan terjadi pemerataan prestasi dan munculnya bibit-bibit baru dari berbagai daerah," tutur Sekjen PBSI, Jacob Rusdianto.



Tahun ini Djarum Sirnas mengambil tema "Melanjutkan Tradisi Juara" dengan haarpan meningkatnya kemampuan atlet junior melanjutkan tradisi juara dunia dan medali emas Olimpiade untuk mengharumkan nama bangsa. "Djarum bersama elemen lainnya ingin membantu regenerasi bulutangkis Indonesia," ungkap Roland Halim. Dengan Djarum Sirnas ini diharapkan munculnya generasi-generasi baru yang akan menjadi bibit-bibit potensial bulutangkis Indonesia dimasa mendatang dan berujung dengan kejayaan bulutangkis Indonesia. (HK)


Sumber : http://www.pbdjarum.com/news/view/480